Beberapa bulan yang lalu, aku lagi galau berat gegara bingung cari topik apaan buat skripsi :D hhe. Fyi, aku kuliah di fakultas Psikologi. Tema yang mau aku angkat sih waktu itu sih yang masih ada hubungannya ama anak berkebutuhan khusus. Cuma abis itu galau mau difokusin ke anak berkebutuhan khusus yang mana ? Terus variabel yang mau diteliti apa ? Kuantitatif atau Kualitatif ? Nah loo, hahahaha. Galau abis lah waktu itu :D
Setelah diskusi ama beberapa temen, akhirnya disarankan untuk mengambil tema tentang well-being atau kesejahteraan. Setelah baca jurnal sana-sini galau lagi deh. Ternyata Well-Being sendiri itu masih dibagi-bagi lagi jenisnya. Ada yang subjective well-being (SWB) oleh Diener dan ada juga psychological well-being (PWB) oleh Ryff. Kalau dilihat dari dimensinya sih, psychological well-being punya dimensi yang lebih banyak daripada subjective well-being. Abis itu galau mau pake yang mana :p Galau lagi karena apakah diantara keduanya itu boleh milih bebas mau pake pendekatan yang mana, ataukah memang untuk fenomena tertentu harus pake pendekatan tertentu juga ?
Setelah baca sana sini, penggunaan SWB dan PWB itu sebenernya boleh kok dipakai untuk semua fenomena yang diteliti. Artinya adalah, untuk satu fenomena, peneliti bebas menentukan mau membahasnya dari perspektif SWB atau perspektif PWB. Kalau SWB lebih menekankan pada kesejahteraan individu berdasar pada penilaian subyektif individu atas kehidupannya selama ini. Kalau PWB lebih menekankan pada pemenuhan dari potensi manusia dan kehidupan yang bermakna. Buat temen-temen yang butuh referensi kapan kita pakai SWB dan kapan kita pakai PWB bisa baca jurnal yang ditulis oleh :
Chen, F.F., Jing, Y., Hayes, A., Lee, J.M. (2012). Two Concepts or Two Approaches? A Bifactor Analysis of Psychological and Subjective Well-Being. Journal of Happiness Study DOI 10.1007/s10902-012-9367-x.
Pavot, W., Diener, E. (2004). The Subjective
Evaluation of Well-Being in Adulthood : Findings and Implication. Ageing
International, 29(2), 113-135.
Setelah baca jurnal itu, akhirnya penelitian skripsiku pake variabel SWB. Sebenernya sih emang mau pake SWB atau PWB itu emang terserah penelitinya mau pake pendekatan yang mana. Jadi, dalam skripsiku itu ak jelasin kalau ada 2 pendekatan well-being, yaitu SWB dan PWB. Diantara kedua pendekatan tersebut, aku lebih memilih SWB karena penelitian skripsiku hanya ingin melihat well-being subyek secara subyektif saja.
Alhamdulillah nya adalah teori SWB oleh Diener ini mudah banget buat akses jurnal-jurnal karangannya Diener. Soalnya Diener buat semacam website khusus yang memungkinkan kita untuk minta jurnalnya dia secara FREE alias GRATIS :D Jadi nanti kita tinggal masukin email kita dan jurnal sudah bisa mendarat dengan selamat ke email kita :D Websitenya adalah :
https://internal.psychology.illinois.edu/reprints/index.php?site_id=24
Selamat Mencobaa :*