Minggu, 17 November 2013

Subjective Well-Being by Diener

              Beberapa bulan yang lalu, aku lagi galau berat gegara bingung cari topik apaan buat skripsi :D hhe. Fyi, aku kuliah di fakultas Psikologi. Tema yang mau aku angkat sih waktu itu sih yang masih ada hubungannya ama anak berkebutuhan khusus. Cuma abis itu galau mau difokusin ke anak berkebutuhan khusus yang mana ? Terus variabel yang mau diteliti apa ? Kuantitatif atau Kualitatif ? Nah loo, hahahaha. Galau abis lah waktu itu :D
              Setelah diskusi ama beberapa temen, akhirnya disarankan untuk mengambil tema tentang well-being atau kesejahteraan. Setelah baca jurnal sana-sini galau lagi deh. Ternyata Well-Being sendiri itu masih dibagi-bagi lagi jenisnya. Ada yang subjective well-being (SWB) oleh Diener dan ada juga psychological well-being (PWB) oleh Ryff. Kalau dilihat dari dimensinya sih, psychological well-being punya dimensi yang lebih banyak daripada subjective well-being. Abis itu galau mau pake yang mana :p Galau lagi karena apakah diantara keduanya itu boleh milih bebas mau pake pendekatan yang mana, ataukah memang untuk fenomena tertentu harus pake pendekatan tertentu juga ?
              Setelah baca sana sini, penggunaan SWB dan PWB itu sebenernya boleh kok dipakai untuk semua fenomena yang diteliti. Artinya adalah, untuk satu fenomena, peneliti bebas menentukan mau membahasnya dari perspektif SWB atau perspektif PWB. Kalau SWB lebih menekankan pada kesejahteraan individu berdasar pada penilaian subyektif individu atas kehidupannya selama ini. Kalau PWB lebih menekankan pada pemenuhan dari potensi manusia dan kehidupan yang bermakna. Buat temen-temen yang butuh referensi kapan kita pakai SWB dan kapan kita pakai PWB bisa baca jurnal yang ditulis oleh : 


Chen, F.F., Jing, Y., Hayes, A., Lee, J.M. (2012). Two Concepts or Two Approaches? A Bifactor Analysis of Psychological and Subjective Well-Being. Journal of Happiness Study DOI 10.1007/s10902-012-9367-x.

Pavot, W., Diener, E. (2004). The Subjective Evaluation of Well-Being in Adulthood : Findings and Implication. Ageing  International,  29(2),  113-135.


             Setelah baca jurnal itu, akhirnya penelitian skripsiku pake variabel SWB. Sebenernya sih emang mau pake SWB atau PWB itu emang terserah penelitinya mau pake pendekatan yang mana. Jadi, dalam skripsiku itu ak jelasin kalau ada 2 pendekatan well-being, yaitu SWB dan PWB. Diantara kedua pendekatan tersebut, aku lebih memilih SWB karena penelitian skripsiku hanya ingin melihat well-being subyek secara subyektif saja. 
        Alhamdulillah nya adalah teori SWB oleh Diener ini mudah banget buat akses jurnal-jurnal karangannya Diener. Soalnya Diener buat semacam website khusus yang memungkinkan kita untuk minta jurnalnya dia secara FREE alias GRATIS :D Jadi nanti kita tinggal masukin email kita dan jurnal sudah bisa mendarat dengan selamat ke email kita :D Websitenya adalah :

https://internal.psychology.illinois.edu/reprints/index.php?site_id=24

Selamat Mencobaa :*

Merubah / Convert file berformat .TIFF menjadi .JPEG dan .GIF

           Pernah scan dokumen dan hasilnya dalam format .tiff ? Ternyata file yang dihasilkan dari scanne adalah berformat .TIFF. Padahal butuhnya dalam format .GIF atau .JPEG ? Gimana sih cara convert file .tiff ke .GIF atau .JPEG ? Udah googling kesana kemari, eh ujung-ujungnya disuruh download dan install aplikasi converternya :D 
          Sebenernya ada cara sederhana yang memungkinkan kita untuk merubah / convert file berformat .tiff menjadi .JPEG atau .GIF. TANPA HARUS INSTALL PROGRAM BARU di PC atau laptop kita. Ga nyampe 3 menit file berformat .tiff sudah bisa dirubah menjadi .JPEG atau .GIF. 
       Cara ini bisa dilakukan dengan menggunakan microsoft publisher. Publisher pada dasarnya adalah program dasar yang biasanya digunakan untuk mendesain cover buku, cover CD, dll. Banyak template-template yang bisa digunakan untuk melakukan desain tersebut. Tapi, dengan menggunakan program ini kita juga bisa merubah / convert file berformat .TIFF menjadi .JPEG dan .GIF

           Biasanya sih file scan yang format .tiff itu aku klik kanan, trus pilih copy (Jangan dibuka filenya). Kalau udah, buka program microsoft publisher. Bagi yang pakai windows 2003 microsoft publisher bisa ditemukan dengan klik start --> ALL PROGRAMS --> Microsoft Office --> Microsoft Publisher. 
          Apabila sudah muncul tampilan publisher, pilih yang blank print publication. Setelah itu klik kanan di halaman kosong dan pilih paste. Langkah selanjutnya adalah blok semua file gambar tadi dengan cara klik kiri dan tahan hingga semua file gambar ke blok semua. Setelah itu klik kanan pada gambar yang sudah diblok tadi dan pilih save as picture. Selanjutnya tinggal pilih format gambar yang akan disimpan dalam bentuk .GIF atau .JPEG :) Selamat mencobaa !!

Resep Mix juice

Mau bagi-bagi resep mix juice yang enak dan sehat ahhh. Hhe . Rasanya seger,  ga ngebuat eneg kok. Apalagi kalau diminum pas siang hari, hmmmm, yummy :9  Mix juice ini terdiri dari wortel, buncis, dan tomat. 














Bahan yang diperlukan :
4 buah wortel (dikupas kulitnya)
5 buah tomat
7-8 biji buncis (buang ujung-ujungnya)
gula secukupnya
air sekitar 800cc

Cara Membuat :
1. Cuci wortel, tomat, dan buncis sebelum digunakan
2. Potong wortel, tomat, dan buncis dalam ukuran kecil agar memudahkan juicer
3. Masukkan ketiga bahan tersebut ke dalam juicer dan tambahkan air. Nyalakan juicer.
4. Jika sudah terlihat halus, matikan juicer dan tuang ke mangkok besar
5. Tambahkan gula secukupnya sesuai selera. Kalau pakai gula khusus diabet (misalnya diabetasol), butuh sekitar 2 sachet gula, rasanya uda cukup manis kok.

        Biasanya sih dengan jumlah bahan kayak di atas, bisa dikonsumsi untuk 5-6 orang (tergantung ukuran gelas). Jumlah wortel, tomat, dan buncis bisa sesuai selera kok. Kalau pengen rasa wortel lebih dominan, tinggal dibanyakin aja wortelnya. Kalau juicer kepenuhan, ada baiknya ngejuice nya dibagi 2 sesi, hhe. Biasanya aku kalau buat, sesi 1 isinya tomat ama buncis. Setelah itu, sesi 2 isinya wortel aja. Kalau gak suka ama ampas juice, bisa juga disaring dulu sebelum dituang ke mangkok besar. Selamat mencoba ! :)